Blog ini Berisikan Tentang Artikel Seni ( Seni Rupa : Seni Lukis, Seni Patung, DKV yaitu Desain Komunikasi Visual, Karya Photograpy. Seni Kriya : Kriya Kayu, Kriya Logam, Kriya Keramik, Kriya Tekstil, Kriya kulit. Seni Pertunjukkan : Seni Musik, Seni Teater, Seni Karawitan dll. ) dan Karya Seni yang berapa karya lukis, karya patung, karya grafis, photo, karya kriya,tekstil,keramik,logam dan kulit dll.

Selasa, 21 Januari 2014

INSIGHT AAN GUNAWAN DI SRISASANTI GALLERY

Selasa, Januari 21, 2014 By Unknown No comments

INSIGHT AAN GUNAWAN DI SRISASANTI GALLERY



Menikmati lukisan-lukisan Aan Gunawan yang dipamerkan di Srisasanti Gallery orang seperti dibawa masuk pada keliaran ekspresinya yang tidak terpola. Barangkali itu memang menjadi ciri khas Aan Gunawan dalam berkarya lukis. Karya-karya Aan Gunawan ini oleh para kritikus senirupa dikategorikan sebagai karya seni lukis abstrak kontemporer. Karya yang dipamerkan di Srisasanti Gallery mulai tanggal 24 April hingga 09 Mei 2009 ini berjumlah 20 buah. Pameran ini mengambil tema Insight.

Insight boleh diterjemahkan sebagai keinsafan. Akan tetapi bukan hanya sebatas hal itu. Insight dalam pameran kali ini lebih mengacu kepada sesuatu yang intuitif, yakni sifat manusia yang dengan mudah menangkap kebenaran tanpa harus bersusah payah menghubungkannya dengan logika. Istilah insight bisa disebut intuisi naluriah ketika seseorang menangkap sesuatu pembenaran dari suatu hal tanpa menggunakan panca indera atau pengalaman biasa dari akal budi manusia. Intuisi tersebut berpangkal pada konsep ide bawaan, atau paling tidak ide yang ide yang dimengerti sebagai tendensi atau kecenderungan dalam memahami sesuatu. Ha-hal yang itulah yang barangkali menjadi titik pijak karya atau ekspresi Aan Gunawan. Demikian release Srisasanti dalam pembukaan pameran tunggal Aan Gunawan, Jumat malam, 24 April 2009.
Proses kreatif Aan Gunawan, seperti ulasan kurator AA Nurjaman, dapat dikategorikan sebagai seorang pelukis pemandangan yang tidak pernah mempertimbangkan apa arti pemandangan itu dalam kehidupan. Itulah kedudukan konsep dalam karya-karya Aan Gunawan. Dalam visualisasinya Aan Gunawan lebih tertarik kepada pengungkapan sifat-sifat benda yang dilihatnya, bukan memindahkan benda-benda itu ke dalam lukisan-lukisannya.

Pada karya yang berjudul ”Nampel” (2009) Aan Gunawan menampilkan ide atau gagasannya yang berasal dari ketika ia menambal lantai keramik rumahnya. Ketika pekerjaan menambal itu selesai ternyata masih terdapat suatu ganjalan di hatinya karena hasil tambalannya tidak sempurna. Apa yang mengganjal itu kemudian dituangkannya dalam lukisannya yang kemudian diberi judul ”Nampel”. Pada ”Nampel” ini terlihat objek putih yang menutup beberapa bagian background berwarna putih dan dan cokelat muda yang terbentuk dari sapuan-sapuan halus. Beberapa di antara celah itu ditambal dengan warna putih sehingga nampak samar seakan-akan tidak terdapat objek lukisan.

Menurut AA Nurjaman, karya-karya Aan Gunawan sejalan dengan konsepsi pembebasan diri Nasar yang tidak lagi mempersoalkan konsep yang biasa ditulis secara naratif, demikian pula dari segi artistik dan teknis yang konvensional. Artistik dalam karya-karya Aan Gunawan lebih ditekankan pada penggalian proses yang terus-menerus dan berani.
Kekuatan dan keliaran Aan Gunawan terlihat juga dalam karya ”Tak Mampu Kutahan” (2009). Sebuah gambaran kebutuhan pokok manusia yang diungkapkan melalui obyek zat cair yang keluar dari semacam pasak yang tertancap di dinding yang keras. Warna-warna yang nampak begitu kuat, memperlihatkan kekerasan dari suatu dinding yang kering. Dalam karya itu terungkap kerja keras Aan Gunawan dalam membangun komposisi pada lukisan-lukisan liarnya.

Dalam karyanya ”Reasonable” (2009) Aan Gunawan menunjukkan kesatuan yang bersifat plastis dari background karena sekaligus bisa membentuk objek yang seakan-akan terlihat sebagai kain jeans. Kesatuan itu memperlihatkan perubahan karya-karyanya dari lukisan yang yang sepenuhnya abstrak menuju kepada karya-karya yang menampilkan objek gambaran. Perubahan seperti itu tidak menunjukkan sesuatu yang paradoksal dengan lukisan abstrak yang berkembang di Indonesia.
Foto dan teks: a sartono

0 komentar:

Posting Komentar